Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Maret 2012

Menambah Kontribusi jangan Menghambat Izin 412

Oleh : Andre Rosiade
Ketua Gerakan Ayo jadi Pengusaha Sumbar, BPD Hipmi Sumbar
Andre Rosiade
Investasi PT Semen Gresik Group (SMGR), induk usaha PT Semen Padang (PT SP) membangun pabrik Indarung VI di Kota Padang pada awal tahun 2012 belum berjalan mulus. Izin pemanfaatan lahan seluas 412 hektare di Bukit Karangputih yang menyimpan deposit bahan baku semen, belum disetujui Pemko Padang.

Pabrik yang telah direncanakan pembangunannya sejak tahun 2009 lalu dengan investasi senilai Rp3,5 triliun itu, ditargetkan bakal mampu memproduksi 2,5 juta ton semen per tahun. Dibangun dengan pertimbangan keberlanjutan produksi semen, dan memenuhi kebutuhan pasar PT SP yang terus meningkat.
Apabila mempertahankan pabrik dan bahan baku yang ada saat ini, manajemen PT SP memperkirakan perusahaan hanya akan beroperasi enam sampai delapan tahun ke depan. Jika itu terjadi, akan ada 300 ribu orang lebih yang hidup dari pabrik itu secara langsung dan tidak langsung lewat rantai bisnis Semen Padang akan terganggu ekonominya.

Pemuda Minang Motor Gerakan jadi Pengusaha

Oleh : Zulhendri Hasan
Dewan Kehormatan BPP Hipmi, Ketua LBH BPP Hipmi
Zulhendri hasan
Untuk menciptakan semakin banyak pengusaha di Indonesia, diselenggarakan kegiatan seperti ”Mandiri Young Technopreneur Award” yang bertujuan selain mendorong pemanfaatan inovasi teknologi nasional bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, juga menumbuhkan teknopreneur nasional. Generasi muda didorong untuk terus menciptakan karya-karya inovasi teknologi untuk kemajuan bangsa Indonesia.

Dalam sebuah seminar bisnis di Jakarta sekitar Agustus 2007, seorang pakar bisnis Amerika mengatakan untuk ke luar dari ”kemandekan” perekonomian, Indonesia membutuhkan setidaknya 2 persen entrepreneurship dari seluruh populasi masyarakat Indonesia. Jika fakta tersebut dihubungkan dengan kenyataan di Indonesia sekarang, akan kita temukan beberapa hal penting berikut ini; Dengan asumsi jumlah penduduk Indonesia 250 juta orang, maka dengan rasio 2 persen setidaknya Indonesia harus memiliki 5 juta pengusaha/entrepreneur sebagai lokomotif utama perekonomian yang membayar pajak, dan menciptakan lapangan kerja.

Membenahi Pasar Raya Padang

Andre Rosiade, Ketua Gerakan Ayo jadi Pengusaha BPD Hipmi Sumbar

Sejak beberapa tahun belakangan, per­masa­lahan Pasar Raya Pa­dang seolah tak pernah ada habisnya. Mun­cul­nya pasar modern yang lebih dikenal dengan supermarket ataupun mall, tak bisa dipungkiri, semakin membuat kondisi perekonomian pedagang pasar semakin terpuruk.
Jika tak segera dibenahi, dikhawatirkan pasar yang menjadi pusat perekonomian itu, benar-benar akan hilang “ditelan zaman”. Perlu solusi, agar pasar “Rang Padang” itu kembali eksis dan berperan dalam penggerak ekonomi.
Kalau tak ingin hal ini terjadi, revitalisasi pasar menjadi alternatif, untuk memperbaiki Pasar Raya Padang. Tentu saja, dalam hal ini Pemko Padang lah yang seharusnya segera merevitalisasi pasar yang sudah kumuh, agar dapat kembali bersaing dengan supermarket modern. Sehingga PAD Kota Padang semakin meningkat. Namun, tentu­nya dengan sebuah syarat: pedagang lama harus diberikan jaminan akan mendapatkan kembali hak mereka setelah pasar direnovasi.
Untuk itu, harus ada komunikasi yang jujur antara Pemko Padang dan pedagang, agar tujuan bersama mengenai revitalisasi pasar demi kebangkitan perekonomian Kota Padang dapat tercapai. Kalau perlu, tirulah keberhasilan beberapa pemimpin daerah lain di Indonesia, yang sukses dalam mengelola pasar di daerahnya.
Pemko Padang bisa banyak belajar dengan langkah-langkah Joko Widodo (Jokowi), Walikota Solo. Dia melakukan pendekatan yang jujur tanpa adanya interest (kepentingan atau tekanan) pihak tertentu. Sehingga revitalisasi pasar dapat berjalan dengan lancar. Intinya jangan ada pihak yang merasa dirugikan atau jangan ada dusta di antara kita.